Bau apek sudah tidak terlalu tercium lagi di ruang Paskibra itu, rupanya hembusan angin dari kipas yang ada di pojok lumayan ampuh untuk mengusir. Aldi menggeserkan bangku kayu untuk duduk Salya, ada dua kursi yang disiapkannya di depan ruang Paskibra. Sengaja sepasang kursi itu diletakkan di luar ruangan untuk menghindari fitnah jika mereka berdua ada di satu ruangan yang sama karena mereka berbeda jenis kelamin. Berduanya seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang ketiganya adalah setan, itulah yang selalu menjadi pegangan Aldi disaat berdua dengan Salya. “Maaf, Kak. Jika kehadiranku mengganggu Kakak,” Salya membuka pembicaraan setelah beberapa lama hening. Tidak ada respons dari Aldi, dia hanya menatap sekilas gadis berjilbab pink yang duduk di samping kanannya itu. “Kak? Men

