Yang Sudah Berlalu

2323 Kata

Harsa: [Satya, bisa datang ke kantorku hari ini? Mengenai nomor yang meneror Hansika] Pesan dari Harsa pagi tadi, membuat Satya memutuskan pergi menemui siangnya tepat saat jam makan siang. Satya melangkah dengan ritme tegas. Ia sudah konfirmasi kedatangannya, sudah ditunggu. Ia memasuki ruang kerja pribadi Harsa, sebuah ruangan dengan layar-layar monitor. Tempat sepupu calon istrinya itu bisa duduk berjam-jam bahkan berpuluh jam tanpa tidur jika sedang mengerjakan program khusus. Harsa sedang duduk di sana, menyesap kopi hitamnya sambil menatap satu titik koordinat di peta digital. Di atas meja juga ada asbak, dengan beberapa puntung rokok. Beberapa stoples kaca berisi camilan-camilan yang dibuatkan Bunda Kikan—selalu terisi. Di sudut lain, tepat depan dinding kaca, ada alat olahraga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN