Damai Lebih Bijak [2]

2819 Kata

Ia sempatkan membalas pesan pada kekasihnya, sambil melangkah keluar dari ruangan kantornya. Jam digital di pergelangan tangannya menunjukkan pukul tujuh malam. Alih-alih langsung pulang setelah menyelesaikan segudang pekerjaannya, Satya memilih menghabiskan sisa energinya di fasilitas gym yang berada di lantai dasar gedung latihan tersebut. Sebisa mungkin ia memang masih terjadwal rutin, apalagi kini sudah bekerja di sana. Mudah untuk teratur gym dan latihan tinju lagi. Beberapa saat kemudian, keringat masih membasahi kaus hitamnya, dan otot-otot lengannya masih terasa tegang setelah sesi latihan beban yang intens. Ia mendinginkan diri, sebelum pergi ke ruang mandi dan membersihkan diri, lalu bersiap pulang. “Duluan, Sat... masih mau di sini?” tanya Bambang yang sudah selesai juga deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN