Bagian 6-Setelah Setahun LDR . . Penerbangan dari Tokyo menuju Jakarta terasa lebih lama dari biasanya bagi Amara. Meskipun hatinya dipenuhi debar kerinduan untuk segera bersimpuh di pusara ayahnya dan memeluk Izz, lalu bertemu ibunda, tetap ada rasa canggung yang terselip karena keberadaan Gibran di pesawat yang sama. Walau kursi mereka terpisah beberapa baris, Gibran sesekali menoleh dan memastikan Amara baik-baik saja melalui isyarat tangan. Gibran adalah penyelamat di tengah kemelut batinnya, namun Amara sadar, kepulangannya kali ini adalah pertaruhan besar bagi keutuhan rumah tangganya yang mulai retak karena jarak. Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta, Izz berdiri dengan gelisah di area kedatangan internasional. Ia sudah berada di Jakarta sejak subuh tadi, menyetir sendiri da

