Bagian 9—Rumah Eyang . . Ibunda dan Bapak dulu saat Amara kecil sering cerita mengenai kebaikan-kebaikan keluarga Eyang Amira dan Eyang Kaflin yang tidak ada habisnya. Mereka, sisi pihak dari kerabat keluarga Eyang Amira, dan bisa dikatakan yang ‘sugih’ atau ‘kaya’ sekali dari pihak Eyang Kaflin, keluarga Lais. Namun, memiliki segalanya tidak membuat keluarga mereka sombong. Semua turunan Lais sukses, berpendidikan tinggi tapi tahu untuk memanusiakan sesama manusia. Sekolah gratis yang didirikan Eyang untuk membantu kemajuan anak-anak desa, termasuk jadi sekolah Amara dulu sebelum pindah ke sekolah menengah pertama yang lebih baik dengan beasiswanya. Keluarganya sederhana, Bapak hanya buruh tani yang mengelola beberapa sawah dan ladang punya Eyang Amira-Eyang Kaflin dengan kejujuran.

