-25- A Little Gift

1130 Kata

Arjuna perlahan membuka mata karena suara gedoran di pintu ruangan itu. Mata Arjuna masih terasa berat. Ia mengucek mata sambil mengecek jam tangannya. Ia mengerjap. Jam sembilan? Sembilan malam? Tidak. Itu sudah lewat. Arjuna berjalan sempoyongan ke arah tirai di sisi ruangan dan menarik tirai itu. Silau matahari membuat Arjuna seketika memejamkan mata. Lalu, suara gedoran di pintu ruangan itu kembali terdengar. Diikuti suara teredam Niall, “Arjuna! Kau di dalam? Kau baik-baik saja?” Dengan mata setengah terpejam, Arjuna pergi ke pintu dan membukanya. Niall yang berdiri di depan pintu, tampak cemas. Namun, kecemasannya segera berganti kengerian diikuti teriakan keras, membuat Arjuna terlonjak kaget dan mundur. “Apa kau gila?! Kenapa kau berteriak-teriak di sini?!” bentak Arjuna kes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN