Arjuna bahkan tak lagi terkejut melihat kemunculan Kirana dengan kostum aneh di lobi kantornya. Setidaknya, kali ini wanita itu menutupi tubuhnya dengan baik. Sepertinya Arjuna harus belajar untuk menerima hal-hal seperti itu. “Kau seharusnya dipecat karena baru berangkat bekerja jam segini,” ucap Kirana, lalu wanita itu meraih tangan Arjuna dan melihat jam tangannya. “Lihat ini! Sudah hampir jam makan siang dan kau baru datang!” Arjuna menarik tangannya dari pegangan wanita itu. “Jika kau kemari untuk melihat hasil karyamu di wajahku, maaf mengecewakanmu, aku sudah menghancurkannya.” Kirana terkesiap dan menutup mulut dengan tangan, sok terkejut. “Ah, benar juga. Pantas saja ada yang kurang dari wajahmu. Padahal, aku sudah mendandanimu dengan sepenuh hati.” Kirana lalu menoleh pada N

