“Tadi itu benar-benar menyenangkan. Semua orang bersenang-senang di kafe itu,” cerocos Niall ketika mereka pergi dari kafe, tanpa Kirana yang pergi dengan mobil yang disetiri Marcel. “Bersenang-senang?” sinis Arjuna. “Kecuali kau,” imbuh Niall. Arjuna mendesis kesal. “Kau tampaknya rukun sekali dengan wanita itu.” “Kau membuat dirimu terdengar seperti sedang cemburu, Men,” gelak Niall. “Tapi, terima kasih untuk makan siangnya.” Arjuna menarik napas dalam untuk meredam emosi yang mendadak naik hanya karena memikirkan kejadian tadi. “Tapi, Kirana sebenarnya orang yang menyenangkan,” ucap Niall. “Kau lihat bagaimana dia tadi? Dia tampak bisa berbaur dengan baik dengan orang-orang yang baru ditemuinya hari ini. Dia membuktikan sendiri di depan mataku tentang dia tidak butuh teman. D

