-23- Inevitable

1128 Kata

Arjuna mengernyit ketika melihat sosok yang tertidur dalam posisi duduk di kursi belakang mobilnya. Arjuna mendekat untuk melihat lebih jelas dari kaca gelap jendela mobilnya. Itu ... Kirana? “Maaf, Pak. Nona Kirana tampaknya sangat kelelahan. Tadi pun, Nona menolak menyetir sendiri karena lelah,” jelas Marcel. Arjuna mendengus. “Kenapa dia ikut kemari? Kau memaksanya?” sinis Arjuna. “Tidak,” jawab Marcel. “Tapi, begitu saya berkata jika saya akan pergi untuk berlutut minta maaf ke Pak Arjuna, Nona berkeras ikut.” Arjuna mengernyit. “Saya benar-benar minta maaf atas ...” “Suruh dia minta maaf sendiri jika memang dia yang bersalah,” Arjuna memotong. “Karena kau selalu menuruti kemauan gilanya, wanita itu terus bertingkah seperti itu!” bentak Arjuna kesal. Marcel membungkuk kecil.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN