"Pa~pa?" "Aku gay." Detik berikutnya Petra mengerang keras, mendelik tajam kearah Nicholas yang melewatinya dan belutut dihadapan gadis mungil yang masih menatap Petra dengan sepasang mata biru menggemaskannya. "Hi, Little girl!" "Hai, Paman." "Siapa namamu?" Bocah perempuan berambut pirang yang dikuncir dua itu menunjukkan deretan gigi mungilnya, tersenyum dengan pipi bengkak yang seolah ingin meledak kapan sajan "Lala~!" "Lala?" "No~!" Bocah menggemaskan itu menggeleng kencang mencebikkan bibirnya lalu mengulurkan sebuah surat dari tas kecil yang bertumpuk dengan koper lainnya pada Petra yang sejak tadi hanya terdiam, mengamati seraya bersedakap di ambang pintu rumahnya. "Petra!" Nicholas nyaris meninggikan suaranya saat melihat Petra tak kunjung menerima u

