Part 29

1060 Kata

**      Akira menggit bibir dalamnya saat menatap bangunan megah dihadapannya, tersentak saat merasakan jemari jemari panjang itu mebelusup mengisi ruang disis jemari lentiknya.   Ia mendongak menatap wajah tampan dengan senyuman yang membuat kehangatan itu merengkuhnya hingga ketulang tulangnya. "Aku disini."     Akira hanya mampu tersenyum membiarkan pria yang entah sejak kapan menguasai hatinya merangkul tubuhnya memasuki Mansion Kakeknya.   Melewati beberapa pelayan yang menyambut mereka dan tangga raksasa yang selalu tampak begitu mewah dengan gagang emasnya. Meremas jemari jemari yang melingkupi jemarinya saat suara tawa dari ruang makan mulai terdengar diindra pendengaran Akira. "Kau yakin ini waktu yang tepat?" "Aku yakin, Akira."      Sahut Nathan membawa jemari mereka me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN