Planet Twis

1043 Kata
Bintang dan Vanila sampai di kantor polisi setempat, di sepanjang perjalanan, kedua orang itu, melihat banyak hantu penasaran yang tampak lalu lalang. Banyak diantara mereka, tak selesai urusan di dunia membuat mereka tak bisa ke Nirvana, dan juga berrengkarnasi menjadi manusia baru. Hantu-hantu yang dilihat Bintang dan Vanila tak berbahaya, semua terlihat memudar tak berbentuk sama sekali. Laki-laki itu, memikirkan tugas yang di berikan Jendral Marisa, belum pernah ia merasa setakut ini, "Ada apa dengan hatinya," itu yang Bintang pikirkan. Tiba-tiba saja, mobil yang di kendarai Arcid berhenti, mendadak membuat semuanya terkejut, "Maafkan aku," ucap Arcid telah membuat mereka semua dalam bahaya. "Aww," ucap Eva kesakitan karna, kejedug jok kursi tengah. "Ada apa pak?" tanya Afdhal. "Lihatlah," ucap Arcid menunjuk ke depan luar mobilnya. Seorang wanita dengan wujud jelas, memakai gaun berwarna merah dengan api disekujur tubuhnya menghadang mobil mereka. Bintang dan Vanila membuka pintu mobil, segera keluar dari mobil dan mengambil pistol dari saku celana mereka, siap menembakan peluru kepada mahluk itu, Mahluk tersebut tertawa, dan mengeluarkan api dalam mulutnya, membuat Arcid, Eva dan Afdhal segera melompat dari mobil karna, mahluk itu menyambar mobil itu, meledak hingga hangus terbakar. Eva, Arcid dan Afdhal bersiap menembakan peluru kepada mahluk itu, secara bersamaan Bintang, Vanila, Arcid, Eva dan Afdhal menembak mahluk itu, dengan pistol yang mereka pegang. Namun tembakan itu, sama sekali tak mempan kepadanya. Vanila mengeluarkan serangan Es dari genggaman tangannya untuk menyerang mahluk itu, yang dengan seketika menghindar serangan Es dari Vanila. Eva melompat, mengeluarkan senjata pisau dari saku celananya, mahluk itu berhasil menghindarinya. Sedangkan Arcid duduk di jalan, membaca mantra-mantra yang ia bisa mengunci api yang keluar dari mahluk itu. Mahluk itu, terus mengeluarkan api dari mulutnya membuat tempat yang terkena semburan api itu, mengalami kebakaran, sebelum api menyebar kemana-mana Vanila menguyur tempat yang terbakar itu, dengan kekuatan air dari tangannya. Afdhal bersiap dengan rantai gaib yang ia pegang untuk mengikat mahluk kuat itu, sedangkan Bintang bertarung dengan mahluk itu, dengan kekuatan tubuhnya menghempaskan mahluk itu, dengan seluruh kekuatan dalam tubuhnya. Dengan sekali hempasan, mahluk itu terkena serangan dari Bintang. Membuat mahluk itu, tersungkur ke jalan. Namun saat Afdhal melempar rantai gaibnya, mahluk itu kabur menghilangkan seketika. Vanila masih mengguyurkan air dari tangannya, hembusan api dari mahluk biru, sebagai hutan terbakar karna, ulahnya. Bintang pun, mengeluarkan panah gaib dari genggaman tangannya, bersiap menembakan anak panah ke atas awan. Hujan pun turun seketika, begitu anak panah itu, menembus awan. Perlahan api yang sudah menyambar ke mana-mana pun padam seketika. Arcid pun beranjak berdiri begitu hujan turun. Laki-laki itu pun mengetahui, kedatangan mahluk itu, berhubungan dengan kasus yang sedang mereka kerjakan, "Kita harus ke markas sekarang," ucap Arcid serius "Baiklah, tentukan titik koordinat markas kalian, kita akan menuju ke sana!" seru Vanila mulai melompat bersama Bintang terbang ke atas awan. Arcid, Eva dan Afdhal pun melompat mendahului Bintang dan Vanila menjadi menentu arah menuju markas mereka. Kelima mahluk itu, melompat, beberapa-berapa gedung untuk sampai ke markas mereka, karna mobil yang mereka tumpangi hangus terbakar akibat mahluk itu. Tanpa mereka sadari, mahluk lain mengikuti mereka, tanpa sepengetahuan mereka. Seorang wanita menangis, di kamarnya setelah mendapatkan surat cerai dari pengadilan. Ia tak mengetahui salahnya di mana? Selama ini, ia tak pernah membuat kesalahan kepada suaminya. Beberapa hari yang lalu pun, keduanya telah menghabiskan malam bersama. Namun kenapa hari ini, mendapatkan surat cerai dari pengadilan?. Beberapa kali, ia mencoba menghubungi Dylan suaminya. Namun nomornya tak aktif. Wanita itu, ingin membicarakan tentang surat cerai yang ia terima. Dia Zazah Zahrosya wanita yang baru menikah selama sebuluh bulan pernikahannya bersama Dylan. Wanita itu, memcoba mendatangi keluarga Dylan, namun mereka tak ada di sana. Semua itu membuatnya frustasi. Apalagi Zazah sedang mengandung bayi dari Dylan. Teganya lagi-lagi itu, memceraikannya dalam keadaan hamil tujuh bulan. Wanita itu, terus-menerus menangis merasa bingung harus bagaimana? Tak ada yang bisa ia lakukan selain menghubungi suaminya. Gadis itu, tak punya apa pun dalam hidupnya yang seorang yatim piatu dari lahir. Ia tinggal di panti asuhan yang lima tahun yang lalu terbakar karna, sebab yang tak jelas. Rumah yang wanita itu tinggali pun ternyata bukan milik suaminya. Melainkan milik orang yang lain yang dikontak Dylan selama satu tahun penuh, dan habis masa waktunya hari ini. Bila wanita itu, tak membayar sewa, terpaksa ia di usir dari rumah itu. Wanita hamil itu bingung harus kemana? Ia sama sekali tak mempunyai uang sepeser pun, jangankan untuk menyewa rumah untuk makan saja ia tak punya uang. Wanita tersebut hanya menangis, tak tau harus bagaimana? Sampai seseorang melemparkan pisau tepat menusuk perutnya, membuat wanita itu, ambruk seketika, dengan darah yang mengalir deras dari perutnya. Tak ada seorang pun di sana. Wanita itu, dengan sisa-sisa kekuatannya, ia berteriak meminta tolong. Ia berharap datang seseorang untuk menolongnya. Wanita itu, terus berteriak-teriak meminta tolong. Ia takut dengan bayi yang dikandungnya. Namun sampai saat itu, belum ada yang menolongnya sampai seseorang datang, melompat dari atas langit yang mendengar teriakan wanita itu. Pandangannya sudah kabur, ia tak tau siapa laki-laki itu, yang menuju ke arahnya. Ia sudah tak kuat menahan sakit dalam perutnya. Wanita itu pun tak sadarkan diri. Seseorang dengan sigap membawa wanita tersebut dari sana. Laki-laki itu, segera membawa wanita hamil itu ke rumah sakit, keadaannya mulai kritis. Laki-laki itu, melihat seseorang mengikutinya dari belakang setelah ia membawa wanita hamil itu. Laki-laki tesebut pun berusaha mengejar seseorang yang mengejarnya setelah meninggalkan wanita hamil itu, di rumah sakit. Laki-laki itu, jejaknya begitu cepat menghilangkan membuat laki-laki itu tak bisa mengejarnya. Laki-laki itu, yang teringat dengan wanita itu segera kembali ke rumah sakit membiarkan seseorang itu, lolos untuk kali ini. Sampai di rumah sakit, wanita yang ia bawa tadi, masih di ruang operasi. Untuk di lakukan tindakan untuk menyelamatkan bayi dan ibunya. Namun tetap saja, bayi itu tak bisa bertahan dalam perut ibunya. Karna pisau itu, menembus tepat di jantung jabang bayi. Sedangkan wanita itu, belum sadarkan diri setelah tindakan sesar itu, dalam perutnya. Kondisinya masih kritis, terlalu banyak darah yang keluar membuat wanita itu, tak tau selamat atau menyusul bayinya ke Nirvana. Wanita itu benar-benar tak berdaya hanya bisa berharap untuk ada yang menolongnya pada saat ini karena, ia tak tau apakah masih diberi kesempatan untuk hidup ataukah tidak oleh Tuhan. Bersambung....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN