Usai salat Subuh, Ethan siap-siap akan ke Bogor. Ia ingin sekali menemui Senja, wanita yang hampir tiap waktu dirindukannya. Senja, wanita yang telah mampu membuat Ethan jatuh cinta pada pandangan pertama. Senja juga wanita yang setiap saat membuatnya bahagia karena telah dimilikinya. "Kamu jadi ke Bogor sekarang, Than?" tanya Sonia, wanita yang telah melahirkan Ethan. "Jadi, Mah. Mamah mau ke Bogor dulu?" "Enggak. Mamah mau urus kasus Hendry dulu." Ethan terdiam. Jika mengingat kejadian kemarin, hati Ethan sangat kecewa. Hendry sosok seorang ayah yang tak pantas menjadi panutan. Ethan sebelumnya sudah berusaha menahan diri agar tidak terpancing emosi. Akan tetapi, ucapan Hendry sudah sangat keterlaluan. "Mah, apakah Papah masih hidup?" Sonia menghela napas berat, mendengar pertanya

