Melihat kilatan amarah kedua mata Sonia, nyali Hendry agak menciut. Ia menelan saliva, melihat kemarahan wanita yang telah melahirkan Ethan. "Ethan telah difitnah Amora, Hendry. Tidak seharusnya, manusia yang katanya sehebat kamu, dibodohi perempuan macam Amora. Apa kau mulai lupa, kapan anakku Ethan ikut campur bisnis harammu? Kapan?" Sonia mendorong tubu Hendry ke belakang. Sedikit pun tidak ada rasa takut di dalam hatinya. Hendry bergeming. Sedangkan Ethan berusaha menjaga Sonia agar tidak terkena pukulan Hendry lagi. "Mah, sudah, Mah. Aku gak peduli Papah menilai buruk tentangku. Pah, apa yang dikatakan Amora tidak benar. Aku gak pernah menyuruh Pak Sugeng melakukan kelicikan itu. Aku gak peduli akan bisnis yang Papah geluti. Aku hanya mohon, jangan pernah ganggu rumah tanggaku ter

