Menjelang adzan isya, Nindy mulai gelisah. Bukannya gelisah memikirkan antara pergi atau tidak, tapi gelisah karena bingung memilih pakaian mana yang akan ia kenakan untuk pergi bersama Marvel malam ini. Ya, Nindy telah memutuskan untuk pergi berkencan bersama Marvel malam ini. Segala kemungkinan dan resiko yang nanti terjadi telah dipikirkannya matang-matang, dan satu rencana pun berhasil dia rangkai. Nindy bertekad untuk menjadikan malam ini sebagai malam pertama dan terakhirnya untuk menghabiskan waktu bersama playboy SMA bernama Marvel itu. Biarlah Marvel merasa bahagia untuk malam ini saja, dan selanjutnya Nindy akan menjauhinya untuk selama-lamanya. Nindy juga sudah menduga bahwa Marvel akan menyatakan cintanya, dan tentu saja Nindy akan menolaknya. Dan dengan penolakan itu, Nindy

