7 Bulan Kemudian... Nindy buru-buru merapikan lembaran-lembaran kertas penuh tulisan di atas mejanya. Dengan gerakan super cepat ia memungut pulpen dan juga kartu Ulangan Kenaikan Kelas atas nama dirinya yang juga ada di sana. Detik berikutnya, cewek itu telah bangkit dari kursi, menatap sekilas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, lalu melangkah maju dengan hanya meninggalkan lembar jawaban dalam keadaan terbalik di atas meja kayunya. "Buruaaaan, gue tunggu di depan!" Nindy membisikkan kalimat itu di telinga Marvel begitu ia berpapasan dengan cowok yang posisi duduknya empat baris di depan Nindy. Cowok dengan muka semrawut itu, tampak tak tenang di posisinya yang benar-benar tidak menguntungkan karena tepat berada di hadapan sang pengawas ujian. "Nomor lima, nomor
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


