Rasanya aneh melihat Galang dan Leon yang kompak dan dapat tertawa bersama. Keduanya duduk berhadapan di atas sebuah sofa yang sama dengan setumpuk kartu bridge yang sedang dimainkannya. Keduanya juga sudah ada di sana sejak Marvel membuka mata sekitar empat jam yang lalu. Mereka bertiga banyak bertukar cerita dan bercanda yang tentunya membuat Marvel lebih hidup, lebih sehat, lebih semangat dan lebih bahagia dalam menjalani hari-hari suramnya di rumah sakit itu. Seorang perawat masuk untuk mengecek luka Marvel dan dengan cekatan mengganti perbannya. "Bagus... lukanya mengering cukup cepat. Kamu sudah boleh bergerak sekarang, tapi ingat... jangan bergerak terlalu banyak!" larang suster tinggi berkulit eksotis itu. "Untuk permulaan, coba duduk! Itu akan menggerakkan tubuh bagian atas k

