"Sekitar jam sebelas, Marvel dinyatakan berhasil melewati masa kritisnya. Tapi dia baru sadar jam tiga pagi tadi." Galang menjawab pertanyaan yang sejak tadi bersarang di benak Nindy. Saat itu mereka berdua telah siap untuk menuju ke rumah sakit. Nindy siap dengan seragam sekolah lengkap dengan wajah cerahnya, sementara Galang siap dengan jeans biru pudar dan kemeja putih yang lengan panjangnya sengaja digulung hingga siku. Cowok itu memang lebih memilih untuk tetap di rumah sakit daripada harus kembali ke sekolah. Alasan menjaga Marvel sengaja dijadikan tameng untuk menutupi kemalasannya bila harus berurusan dengan Pak Bimo, Fisika, dan hal membosankan lainnya. "Terus habis itu langsung dipindahin ke Jakarta?" tanya Nindy yang masih terlihat penasaran. Galang mengangguk. Dipakainya

