Matahari sudah tak tampak lagi ketika Nindy menginjakkan kaki di teras depan rumahnya. Rumah itu gelap gulita, tanpa satu pun alat penerang yang menyala. Nindy perlahan masuk dengan langkah tersaruk-saruk segera setelah mamanya membuka pintu utama rumah mereka. Gelapnya ruang tamu sama sekali tak dipedulikannya. Ia terus berjalan lurus, menaiki tangga, lalu sampai di kamarnya. Berbeda dengan putrinya yang langsung masuk kamar, wanita itu mau tak mau harus mondar-mandir menyalakan setiap lampu yang ada di setiap ruangan. Ia juga berjalan ke sana ke mari mengecek seluruh jendela dan menutup tirainya. Terakhir, ia harus membuka pintu garasi, memasukkan mobilnya ke sana, dan tak lupa untuk kembali menutupnya. Setelah semua terselesaikan, barulah terlintas dipikirannya untuk membersihkan diri

