Sekembalinya mereka dari mushola, ayah serta ibunda Marvel ternyata telah di sana. Berdiri memandang penuh kecemasan ke dalam ruangan melalui celah kaca sempit di tengah pintu yang masih terus tertutup. Wanita berjilbab abu-abu itu mendongak sejenak ketika didengarnya derap langkah ramai akibat kedatangan Nindy juga yang lainnya. Ira segera berlari menghampiri, yang langsung disambut pelukan dari ibu Marvel. "Marvel, Ma..." kata Ira lirih, dan cewek itu pun mulai kembali menangis di pelukan wanita yang sudah dianggapnya sebagai ibu tersebut. "Iya, Sayang... Mama tahu. Leon dan Anette udah cerita semuanya. Kamu sendiri nggak kenapa-napa kan?" "Aku baik-baik aja, Ma! Tapi Marvel, dia... dia masih kritis, Ma..." "Syukurlah kamu baik-baik aja," sambung ibu Marvel diiringi senyumannya. Bah

