"Dok, gimana Dok? Gimana keadaan Marvel, Dok?" Ira berlari ke pintu ruang UGD ketika seorang pria paruh baya berjas putih bersih keluar dari sana. Detik berikutnya, Leon, Tara, juga yang lainnya ikut menyusulnya dnegan raut wajah yang sama cemasnya. "Bisa saya berbicara dengan orangtua pasien?" tanya sang dokter dengan segala kewibawaan yang dimilikinya. "Mama udah kami hubungi, Dok! Dia lagi menuju ke sini," jawab Ira was-was. "Baiklah, kalau begitu... suruh mereka menemui saya, apabila sudah sampai." "Tapi Dok..." Ira mencekal lengan dokter itu, sebelum ia sempat beranjak pergi. "Tapi saya saudaranya, Dok! Tolong kasih tahu saya apa yang terjadi sama Marvel, Dok! Dia masih bisa diselamatkan kan Dok?" "Baiklah," ujar sang dokter. "Untuk saat ini, keadaannya masih kritis. Dia kehilang

