Nindy tiba-tiba teringat sesuatu. "Bentar deh, Marvel mana ya?" cewek itu celingukan, dan langsung terlonjak begitu mendapati cowok yang dicarinya sudah tak sadarkan diri. "Bang, Marvel Bang..." desah Nindy panik, dan langsung menghampiri tubuh Marvel yang terkulai lemas di lantai beberapa meter di belakangnya. Marvel tak sadarkan diri dengan posisi tengkurap. Sebilah pisau yang tampak familiar bagi Nindy tertancap di pinggang belakangnya. Darah menggenang banyak sekali di sekitar luka tusukannya. "GALANG, SINI LANG!" teriak Nindy tak terkendali. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi selain memanggil sang abang. Galang yang mendengar isak tangis Nindy serta teriakan pilunya, segera berlari menghampiri. Ia bermaksud menanyakan apa yang terjadi, namun pemandangan yang tersaji di hadapanny

