[34] Meet the Badboy Alan

1664 Kata

Ruangan itu sempit. Hanya berukuran 5x5 meter. Ruangan itu kosong. Tak ada perabotan atau pajangan apa pun di dalam sana. Ruangan itu gelap. Hanya ada satu lampu pijar yang sengaja tidak dinyalakan. Ruangan itu pengap. Hanya ada pintu yang terkunci rapat, tanpa adanya jendela atau lubang fentilasi sekecil apa pun. Di ruangan itulah Nindy kini berada. Terkulai lemas di salah satu sudutnya, dengan tangan dan kaki terikat tambang putih seukuran jari. Kedua matanya terpejam, namun ia tidak sedang tertidur pulas. Ia tidak pingsan, apalagi mati. Ia sadar sepenuhnya, namun tak bisa melakukan apa-apa selain memejamkan mata. Pikirannya kembali melayang ke awal mula terjadinya peristiwa mengerikan ini. Saat itu ia masih berada di Jakarta. Jam pulang sekolah tiba, dan dia langsung berlari keluar ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN