Chapter 31

1457 Kata

-Makin sering sebuah pertemuan, makin intens komunikasi yang terjalin, makin cepat pula cinta itu tumbuh di antara keduanya.-       Donna menyesap minumannya dengan cepat lalu mengipas-ngipaskan tangannya walau udara di dalam Café tidak panas. Matanya terbelalak mendengar cerita Cassie.     “Maksudmu… kau sepertinya memiliki perasaan dengan pria itu?” kata Donna dengan suara yang agak lantang. Cassie buru-buru membekap mulut Donna. Donna melepaskan tangan Cassie dengan sebal. Cassie kembali pada tempat duduknya dan ia menoleh kanan-kiri meminta maaf atas keributan yang terjadi gara-gara Donna.     “Kau ini. Bibirmu sepertinya perlu diberangus seperti anjing di penampungan. Jaga suaramu. Memalukan dunia persilatan,” gerutu Cassie. Donna hanya mengerucutkan bibirnya.     “Aku masih tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN