Entah sejak kapan ponselnya mati, karena yang baru dibeli beberapa bulan lalu rusak, alhasil ia menggunakan ponsel lamanya kembali. Namun, lihatlah, ia bahkan lupa untuk mengisi daya terlebih dahulu, jadilah begini. Sekarang dirinya tidak tahu harus mengabari Zavier dengan apa. Azel mendengus kesal sembari menendang-nendang daun kering yang berserakan di sekitar pos satpam kampus dekat gerbang. "Sial. Sungguh sial." Umpatnya dengan penuh tekanan. "Sekarang gimana? Nomor HPnya gak tahu, mau minjem power bank ke siapa coba, udah bubaran gini." Ia mengela nafas pasrah. Lalu, tiba-tiba saja sebuah mobil berwarna hitam mengkilap berhenti di depannya dan perlahan kaca mobil tersebut turun. Azel membungkukan tubuhnya untuk melihat siapa di dalam sana. "Rangga, lo balik ke arah mana?" "Gak s

