23. Childish things

1848 Kata

Duduk diam dengan santai, itu yang Azel lakukan. Sesaat setelah sampai di apartment Sharllote, mereka memutuskan untuk berkunjung terlebih dahulu. Akhirnya di sinilah mereka berada, bersantai di ruang tengah dengan TV menyala. Zavier duduk di sebuah single sofa, sedangkan Azel dan Sharllote duduk bersampingan dengan sedikit jarak karena keberadaan toples kacang diantara keduanya. "Kacangnya enak, gak keras. Kamu belinya dimana?" Tanya Azel. Sharllote tampak berpikir. "Aku lupa, tanyain Zavier, soalnya dia yang beliin waktu kemarin lusa." Kunyahan Azel melambat. "Dih, nadanya sombong banget. Dikira gue iri," gerutunya dalam hati. Azel tersenyum penuh arti. "Kak Sharllote, boleh minta air dingin gak? Aku mau yang seger," Pinta Azel. Zavier yang sedang memainkan ponsel seketika melirik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN