Suasana di meja makan kali ini terasa berbeda, Azel tidak sendirian, Zavier telah mengakui rasa sukanya. Dan itu membuat Azel senang, karena ia bisa mengekspresikan rasa cintanya dengan leluasa tanpa malu atau takut mendapatkan penolakan. "Maaf lama, barusan ada telpon," Ucap Zavier yang baru saja menyusul ke ruang makan. Ia langsung saja duduk di tengah ujung. "Aku ambilin nasinya yah," Ucap Azel. Zavier tersenyum. "Terima kasih," katanya. Azel pun mengambilkan nasi untuk suaminya, sudah lama ia ingin melakukan hal itu, namun baru terealisasikan sekarang. "Padahal bentar lagi juga siang," ucap Azel. "Tapi aku udah lapar, kamu juga pasti lapar." Ujar Zavier. Lalu merekapun mulai makan. Azel tersenyum malu-malu. "Iya, tenaga aku habis..." Ucapnya. Zavier hanya tersenyum menanggapi

