Makan malam telah selesai, para tamu pun sudah pulang. Azel langsung saja mengganti pakaiannya dengan sebuah piyama pendek berwarna biru muda, lalu mencuci muka. Kemudian ia pergi ke belakang rumah dan duduk di tepi kolam, menatap pantulan wajahnya dari permukaan air. Azel menghela nafas berat seraya memejamkan matanya sejenak. "Pernikahan aku bakalan bertahan lama gak sih? Ck. Aku gak yakin, kalau Zavier acuh gak acuh terus kayak gini, hubungan kami gak akan berhasil, benarkan?" Tanyanya dengan menatap bayangannya sendiri di dalam air. "Dia juga kayak gak mau punya anak dari aku," ucapnya sedih. Azel menengadahkan kepalanya. "Kenapa yang mencintai selalu kalah..." Suara seseorang membuka pintu dari arah dapur membuat Azel mengalihkan pandangannya. Dan terlihatlah Zavier, pria itu ber

