37 | Deburan Ombak

1905 Kata

"Jangan bercanda kamu, Tasya! Ini sama sekali nggak lucu!" Adnan langsung naik pitam begitu mendengar Tasya selalu menyebutkan jika Afifah sudah terbangun dari komanya. Hal yang tentunya mengejutkan untuk didengar tiba-tiba. "Aku nggak bercanda, Mas!! Mba Afifah beneran udah sadar!!" Mendengar suara Tasya yang begitu tegas dan sama sekali tak terdengar bercanda, Adnan merasakan tangannya lemas. Ponsel yang sejak tadi ia tempel di telinganya terjatuh begitu saja ke atas kasur. Tatapannya kosong memandangi layar ponselnya yang masih tersambung dengan Tasya. Arraya yang sejak tadi diam dengan sibuk mendengar dan mencerna setiap kata yang ia dengar dari Tasya di seberang sana, membuat kepalan tangan Raya mengerat pada selimut. Raya merasakan desiran yang mengaliri darahnya begitu cepat. Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN