38 | Dilupakan (?)

2294 Kata

Adnan menatap isi ruang rawat dari celah kaca berukuran persegi yang menempel di pintu berwarna cokelat tersebut. Pemandangan di dalam yang membuat jantungnya begitu berdebar kencang. Matanya terasa panas. Tangannya terkapal erat. Gemuruh emosi di d**a menyelimutinya. Semua kejadian berdua bersama terlintas dengan begitu mudahnya di kepala. Afifah, perempuan cantik yang berbeda umur dengan Adnan 2 tahun itu, sedang belajar untuk berdiri. Perempuan itu dipapah oleh dua orang suster yang dengan telatennya berada di kedua sisinya. Ada juga ibu yang berdiri dengan menatap khawatir putrinya yang sedang berusaha memulihkan tenaga tubuh setelah beberapa bulan koma. "Nanti kalau kamu udah jadi istri aku, aku akan jadikan kamu istri paling bahagia di dunia ini." Adnan mengingat kalimat yang pern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN