"Tasya, sekarang Mas sudah sadar tidak seharusnya Mas bersikap tidak pantas pada Arraya dulu, dan sekarang Mas mencintai Arraya dengan tulus dan dengan sepenuh hati Mas, Tasya. Mas sangat menyayangi Arraya jadi Mas mohon kamu harus menerima Arraya sama seperti kamu menerima Afifah." Mendengar penuturan Adnan yang terus membela juga malah mengutarakan kata cinta untuk Arraya, membuat Tasya semakin merasa geram hingga kedua tangannya terkepal erat. "Lalu gimana dengan Mbak Afifah, Mas?" lirih Tasya. Ia menatap Adnan dengan tatapan tak percaya. "Apa Mas tega suatu saat nanti ketika Mba Afifah bangun, Mas malah melupakannya. Apa Mas pernah mikir gimana perasaan Mba Afifah?" Adnan terdiam sesaat. Sudah punyakah ia jawaban atas pertanyaan Tasya barusan? "Tasya, hentikan tolong. Mas mau pulan

