Mobil Muaz kembali melaju dengan kecepatan normal. Setelah mendengar suara Arraya yang histeris, seolah menyerah untuk hidup, akhirnya Muaz berani mengambil kesimpulan jika Arraya memang sedang memiliki masalah. Ia bisa melihat bagaimana rapuhnya seorang Arraya malam ini. Arraya sedang tidak baik-baik saja. Dan itu semua tergambar dalam sosok Arraya yang kini sedang terlelap di sampingnya. Muaz tidak mengerti. Berusaha mengerti pun ia sulit, ia benar-benar tidak mengerti. Ke mana suami Arraya saat ini ketika Arraya terlihat begitu frustasi di tengah jalan seperti tadi? Bagaimana jika ia tidak muncul tepat waktu? Bagaimana jika kejadian yang tidak diinginkan menimpa Arraya? Kalau saja Allah membelokkan skenario-Nya, Muaz tidak bisa lagi membayangkan apa yang akan terjadi pada Arraya. Berun

