24 | Imam dan Makmumnya

1525 Kata

Kelopak mata Arraya bergetar saat jarum jam menunjuk ke arah 3:37 a.m. Arraya membuka matanya perlahan. Dan tepat saat matanya itu terbuka sempurna, ia melihat ada wajah lelaki yang tertidur dengan tenang di hadapannya. Arraya menahan diri untuk tidak bergerak apalagi teriak. Ia juga baru sadar jika tangan Adnan berada tepat di atas pinggangnya. Lelaki itu memeluk dirinya dengan erat. Adnan begitu dekat dengannya. Bahkan saking dekatnya, Arraya dapat merasakan deru napas teratur dari hidung suaminya itu. Sejak kapan Adnan memeluk dirinya dan bagaimana bisa ia tak sadar jika dirinya sedang dipeluk oleh seseorang? Arraya jadi bingung sendiri. Arraya mulai terbiasa dengan situasinya. Ia mulai tenang menatap Adnan. Ia bahkan menatap tiap inci wajah suaminya. 'Nikmat Tuhan mana lagi yang kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN