Waktu sudah bergulir 10 menit, tapi Adnan masih betah memandangi wajah cantik istrinya yang sedang tertidur. Adnan mengusap pipi Arraya dengan lembut. Jemarinya menyusuri tiap inci wajah istrinya. Tangannya terus bergerak turun hingga ke permukaan perut Arraya. Saat ia seolah merasakan ada kehidupan di dalam sana, Adnan tersenyum haru. Ia masih tidak menyangka adanya malaikat kecil yang kini telah tumbuh memasuki bulan ketiga. Adnan mencium kening Arraya dengan lembut. "I love you," ucap Adnan dengan suara rendahnya berbisik di telinga Arraya. Ingin terus berada di bawah selimut bersama sang istri, tapi Adnan harus bangun untuk melaksanakan solat tahajud. Berkat Arraya, kini Adnan jadi lebih sering melaksanakan solat tahajud. Selesai berwudhu, Adnan langsung menggelar sajadahnya. Ia mem

