“Anda benar-benar sangat cantik Nona,” puji Burka berdiri di belakang Leary yang kini berdiri di depan cermin memperhatikan dirinya sendiri dengan takjub. Ini untuk pertama kalinya Leary mengenakan gaun baru yang begitu cantik dan juga sepatu yang seperti tuan puteri yang sering Leary lihat dalam serial televisi. Burka menyisir rambut Leary dan mengikatnya, memberinya sebuah hiasan yang selama ini Leary mimpikan. Leary tidak mampu berkata-kata, namun sorot matanya yang berbinar bahagia terlihat begitu jelas, bibir mungil Leary sampai tidak bisa berhenti untuk tersenyum. “Burka, apa ini tidak salah?” tanya Leary entah untuk yang ke berapa kalinya. “Tentu saja Nona, ini benar.” “Saya harus sepatu dan gaunnya agar tidak rusak,” tawa Leary senang, gadis kecil itu mendongkakan kepalanya

