Chapter 24

1320 Kata

Gadis itu nampak kacau. Matanya sembab, badannya terasa lemas tak bertenaga. Energinya terkuras habis akibat menangis sepanjang hari. Sepulang sekolah, Gladys mengurung dirinya di kamar. Kedua orang tuanya menjadi gelisah mendapati anak gadis mereka seperi itu. Sudah banyak kali mereka menanyakan apa yang terjadi, tetapi dibukakan pintu saja gadis itu tidak merespon. Gladys tak menggubris apapun kecuali dengan isakan sisa-sisa tangisannya yang terdengar redam. “Gladys... Nak! Buka pintunya, Sayang.” seru Ana untuk yang sekian kalinya. Ana memasang raut khawatir yang Herman, sang suamipun membalas sama tak berdaya. “Kita biarin dulu, mah. Mungkin Gladys lagi butuh waktu sendiri.” “Tapi Pa—” Herman menggeleng, merangkul bahunya dan dibawa pergi menjauh dari kamar Gladys. Masih lengkap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN