Chapter 23

1377 Kata

Destinasi yang dipilih Satria kali ini adalah taman. Bukan seutuhnya. Karena Netta hanya memberi tahu bahwa gadis itu ingin sesuatu yang tidak terlalu ramai dan nyaman. Jadilah pilahannya jatuh pada taman yang kebetulan tidak jauh dari hotel penginapan Netta. Netta merangkul mesra tangan Satria dengan kepala bertumpu pada bahu cowok itu. Semenjak tiba dan duduk di bangku taman, kondisi tersebut sudah berlangsung hingga sepuluh menit lamanya. Netta mendongak, tersenyum memandangi wajah tampan kekasihnya. Merasa diperhatikan, Satriapun menoleh. “Liatinnya gitu banget. Tau aku ganteng.” ujarnya percaya diri. Netta berdecih dengan ekspresi geli. Gadis itu menarik napas panjang. “Besok aku pulang.” tuturnya berat. Sungguh. Ia masih ingin merasakan banyak waktu bersama lelaki disampingnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN