Hancur. Satu kata itu mewakilkan hati dan juga penampilannya sekarang. Satria masih berusaha keras memohon maaf pada Gladys. Setelah ditinggal pergi dengan taksi, cowok itu langsung melesat ke rumah Gladys. Namun yang didapatinya adalah nihil. Gadis itu tidak ada di rumahnya. Penjaga gerbang rumah gadis itupun mengatakan bahwa anak majikannya pergi sedari pagi dan belum pulang sampai sekarang. Meski begitu, Satria memutuskan akan menunggu di depan rumah Gladys. Kemanapun Gladys pergi, ia pasti akan pulang ke rumahnya. Jadilah Satria disini. Duduk di undakan teras rumah Gladys. Satria semakin kacau. Ditengah-tengah kekacauan jiwa dan raganya, dering ponselnya berbunyi. Mengangkatnya tanpa minat, Satria menyapa seadanya. “Halo,” “Sat, ke rumah sakit keluarga gue sekarang. Gladys sekara

