11.1 Titik Paling Terpurukku

547 Kata

Bima: Kak April. Aku mau ngasih kabar kalau Kak Tara sudah berpulang ke rahmatullah siang tadi. Jantung April berdetak cepat ketika membaca pesan masuk dari Bima pada w******p-nya. Sampai-sampai April membaca pesan duka tersebut berulang-ulang, berharap ini semua hanyalah berhalusinasi. Be-benarkah Tara meninggal? Benarkah nyawa Tara tidak dapat diselamatkan? Buru-buru April menghubungi nomor Bima namun Bima menolak panggilan teleponnya. Nggak mungkin, kan? Pasti Bima bohong, kan? Kemudian beberapa detik setelahnya Bima mengirimi pesan lagi kepadanya. Bima: Maaf, Kak, nggak bisa angkat. Di sini lagi banyak orang. Semoga Kak April tetap kuat, ya, di sana. Bima: Oh, iya, Kak. Boleh nggak Kak, aku minta tolong sesuatu sama Kak April? Bima: Maaf, Kak, sebelumnya. Aku minta tolong bange

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN