Dua Puluh Sembilan

4151 Kata

“Gimana udah negosiasinya?” tanya Nadira. “Aku ngelakuin ini karena udah dapet izin dari Michelle,” ujar Dimas. “Jadi gimana? Lo mau?” “Ok. Maafin aku Chell,” Dimas melakukan perinta Nadira dengan terpaksa.   Sebenernya Michelle sedikit sakit melihat adegan itu. Namun apa boleh buat. Ini adalah permpuan terakhir dari semua mantan Dimas. Michelle menangis dalam mobil. Ia tidak mau melihat adegan yang seharusnya ia tidak lihat. Hati wanita mana yang tidak sakit melihat kekasihnya di cium orang lain. Sebetulnya Michelle tidak setuju dengan permintaan Nadira. Tapi Michelle tidak boleh egois. Ia harus mencoba tegar. Bisa saja nantinya Nadira meminta hal yang lebih buruk dari itu. Jadi dengan terpaksa Michelle mengiyaka permintaan bodoh Nadira. Yang membuat hatinya terisris-iris perih.  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN