"Seharusnya Anda tidak membuat masalah, Mbak Alle." Ucapan dingin yang meluncur dari pria yang ada di kursi depan sama sekali tidak aku hiraukan, di bandingkan untuk menjawabnya aku lebih memilih untuk memejamkan mata menikmati kemenanganku. "Anda memilih orang yang salah untuk bermain-main." Kembali, Azhar membuka suaranya tapi aku masih tetap bergeming, lagi pula siapa yang tengah bermain? Segala hal yang terjadi aku rencanakan dengan matang-matang bukan sekedar permainanan grusak-grusuk, bahkan penculikan yang dia lakukan pun sudah aku prediksi. Dia dan Ibu tiriku boleh menculikku atau menghabisiku sekalian, tapi mereka tidak tahu jika aku sudah menyiapkan orang di luar sana untuk tetap melaksanakan semua rencanaku. Bahkan jika penculikan ini terungkap, tindakan kriminal ini hanya a

