"....... Sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah perbanyak doa, Bu. Saya dan tim sebagai dokter hanya bisa menghentikan pendarahan dan mengobati luka, tapi kesembuhan semuanya mutlak milik Tuhan yang Maha Esa." Mendengar penjelasan dokter yang terdengar begitu ambigu membuat Alim dan juga Dirga serta yang lainnya hanya bisa menunduk dengan pasrah, bahkan Alim pun nyaris ambruk jika tidak di topang oleh Andrea dan juga Dirga, wanita tua yang masih menyisakan kecantikan di masa mudanya tersebut tidak bisa berkata-kata saat melihat Alleyah di pindahkan ke ruang observasi. Anak perempuan kecil yang sedari kecil di timangnya dengan penuh kasih sayang kini terbaring penuh dengan bebatan kasa di tubuhnya, mata indah yang selalu menguatkan Alim pun kini terpejam seakan enggan untuk bangun kemba

