"Alle sayang, maafin Bunda ya Nak udah bawa kamu pergi jauh dari Ayah. Maaf karena Bunda nggak bisa bertahan, Bunda terlalu sakit hati dengan apa yang Ayah lakukan kepada kita, saat kamu besar nanti, kamu akan tahu apa yang Bunda katakan sekarang." Lama aku terdiam di dalam kegelapan yang memelukku dengan erat menghilangkan kesakitan yang tidak tertahankan, dan saat aku membuka mata, aku menemukan kembali diriku yang berusia 5 tahun, sosok kecil dengan kuncir dua dan berdress warna kuning tengah berdiri di hadapan Bundaku yang tengah berlutut. Untuk sejenak aku kebingungan akan apa yang terjadi padaku, terakhir kalinya aku mengingat jika aku tengah menjadi bulan-bulanan kemarahan Azhar selingkuhan Bibiku, dan sekarang aku sadar jika aku tengah berada di masalalu, tempat di mana dendam y

