34. Kawan atau Lawan?

1107 Kata

Inul terhenyak mendengar sindiran Alfonzo. Lelaki itu telah mendengar pembicaraan Inul dengan teman-teman hantunya!            “Kamu pikir saya tak mendengar ghibahanmu bersama teman-teman hantumu? Kamu! Kamu! Kamu! Kamu!” Alfonzo menunjuk semua hantu-hantu yang berkumpul di kamar Inul dengan mata menyorot tajam.            “Nul, sepertinya kami harus cabut! Lelakimu menakutkan!” bisik Kunti lirih.            Para hantu pun buru-buru menghilang, tertinggal satu makhluk absurd yang tak tahu apa-apa dalam kepompong eh, kafan pocongnya.            “Teman-teman, ada apa ini?” teriak Poci bingung.            “Mereka kabur, Poci. Ada Paman Apokat,” beritahu Inul jujur.            “APA?!” seru Poci kaget. Pocong berbentuk ubi cilembu itu sontak berdiri, berniat kabur. Namun karena dia tak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN