35. Kembali Menjadi Hantu

1381 Kata

Seperti biasa suasana kampus sangat semarak. Beberapa mahasiswa bergerombol dan asik bersendau gurau. Sementara itu yang lain tengah berghibah, termasuk Sasa dan Silvi yang duduk di pojokan ruang kuliah.             “Apa kamu pernah melihat Menik berubah pendiam dan tak acuh seperti itu?” cetus Sasa sembari menunjuk Menik dengan dagunya.            “Baru kali ini. Si tukang ghibah bungkam mulutnya merupakan peristiwa ajaib kan? Apa dia masih terpukul karena apa yang kita ceritakan padanya?” ucap Silvi sinis.            “Tentang Delon yang mempermainkannya? Ada benarnya kan? Walau kita sedikit melebih-lebihkannya!” timpal Sasa sembari menyengir geli.            “Diam, jangan bahas hal itu lagi, Sa! Cukup kita berdua yang tahu.”            Sasa melakukan gerakan mengunci bibir. Matanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN