Delon terbangun dan terkesiap begitu menyadari apa yang membuatnya pingsan. Dia menatap sekitarnya dengan waspada. Tak terlihat siapapun kecuali dirinya. Apakah tadi dia hanya berhalusinasi? “Sepertinya begitu. Saya pasti sedang halu,” gumam Delon lega. “Moso toh? Yakin ngehalu?” timpal seseorang. “Yakin!” sahut Delon tegas. Dia terhenyak ketika menyadari sesuatu. Bukannya dia di rumah sendirian? Seharusnya tak ada yang menyahut perkataannya. Bulu kuduk Delon meremang. “Si-siapa kamu?” cicit Delon seraya perlahan memutar kepalanya ke belakang. Matanya membelalak menemukan hantu wanita menyengir padanya. “Eh, jangan pingsan lagi!” seru Kunti begitu melihat pertanda kesadaran Delon akan menghilang. “Kami ndak akan pergi

