Tim Hantu Ghibah berkumpul untuk membicarakan langkah mereka selanjutnya. Mereka rapat diatas pohon beringin, dengan angin semilir bertiup. Poci yang mudah mengantuk berusaha melebarkan matanya yang sedari tadi meminta dikatupkan. “Jadi putuskan segera apa yang akan kita lakukan? Poci sudah mengantuk nih,” keluh Poci sembari menguap. Sedari tadi terjadi perdebatan yang tak berujung-pangkal, entah kapan selesainya. Poci tak peduli keputusannya apa, toh dia hanya pengikut. Yang penting baginya bisa tidur lelap di bawah semilir angin sejuk, namun mereka tak mengizinkannya tidur sebelum keputusan dibuat. “Mengambil raga Inul!” tegas Jero. “Menyelamatkan Apokat!” tandas Kunti. Poci memutar bola matanya malas. Dari tadi mereka hanya berputar-putar di sini. Dia harus mengambil tindakan! “Nul

