82. Penyesalan Mendalam

1342 Kata

Pak Juno tengah menunggu obat yang diresepkan dokter istrinya. Bu Marni ikut menunggu dengan duduk di kursi tak jauh darinya berdiri. Pak Juno melambaikan tangan pada istrinya, meminta istrinya bersabar karena antrian obat masih panjang. Istrinya amat sabar dan pengertian padanya, itu salah satu alasan yang membuatnya amat mencintai wanita. Buktinya Bu Marni balas melambaikan tangan, dan menepuk bangku di sampingnya, mengisyaratkan suaminya agar menunggunya dengan duduk di sampingnya. “Buat apa menunggu di sana, Pak? Toh nanti kalau obatnya siap kita dipanggil, dan panggilannya terdengar dari sini,” tegur Bu Marni lembut. Pak Juno terkekeh lembut. “Sudah puluhan tahun kita menikah, Ibu masih saja manja sama Bapak. Bilang saja minta ditemani toh.” “Bapak tau saja toh, Ibu ndak bisa pisah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN