84. Dendam Kesumat

1306 Kata

Alfonzo meminta Bram membawanya masuk ke dalam ruangan bawah tanah. Di dalam ruangan ini ada kamar, namun tak ada tubuh Menik. “Geledah dengan teliti!” perintah Alfonzo pada tangan kanannya. “Baik, Tuan!” Bram memeriksa sekeliling kamar, bahkan dia mengamati hingga ke bawah kolong ranjang dan lemari.  “Tak ada apapun disini, Tuan,” lapor Bram. “Ini adalah kamar belajar atau ruang kerja saya. Menurut kalian apa yang saya sembunyikan disini?” sindir Delon. Alfonzo meliriknya sinis. “Kamu di apartemen. Menurut logika, tak mungkin kamu susah payah menciptakan ruang mirip bawah tanah ini tanpa maksud khusus.” “Jadi, menurut Paman ... apa tujuan ruangan ini dibuat? Untuk menyekap para gadis lalu menjualnya pada p****************g? Maaf mengecewakan Paman. Saya bukan makelar atau g***o. Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN