Bab -56-

1923 Kata

Jongsoo terkekeh kecil mendengar perkataan Jihoon yang terdengar serius, pria dengan jas hitam dipadu kemeja berwarna serupa hanya bisa menyunggingkan senyum miring sebelum berdiri. Tujuannya datang ke kantor Jihoon hanya itu, dan saat ia telah selesai maka dirinya tidak memiliki urusan lain untuk itu. "Coba saja. Semoga beuntung, kawan lama," ujarnya melambaikan tangan ke arah Jihoon sebelum berlalu pergi. Meninggalkan Jihoon yang mulai terpancing emosinya di sana sendirian. Setelah Jongsoo meniggalkan ruangan, Jihoon memukul meja cukup kuat. Kepalanya benar-benar serasa ingin meledak memikirkan soal Soora dan masalah barunya kini. Ia tidak tahu harus memulai dari mana, dan kenapa semuanya bisa jadi serumit ini? Pada akhirnya Jihoon menghubungi sekertarisnya mengatakan pada wanita i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN